PEKANBARU (RA) - Langkah PSPS Pekanbaru untuk menjaga asa menembus Super League kian berat, bahkan sudah dikatakan pupus.
Kekalahan dramatis 2-3 dari Sumsel United pada laga pekan ke-15 menjadi pukulan telak yang memupuskan harapan Askar Bertuah bersaing di papan atas Grup A.
Hasil negatif tersebut membuat PSPS tertahan di peringkat ke-8 klasemen sementara dengan koleksi 17 poin dari 15 pertandingan. Posisi ini belum sepenuhnya aman, mengingat PSPS hanya unggul selisih gol dari Persekat Tegal yang berada tepat di bawahnya di peringkat ke-9 dengan poin yang sama.
Situasi ini menempatkan PSPS dalam tekanan besar karena ancaman degradasi kini semakin nyata.
Persaingan di Grup A terbilang ketat. Jarak poin antar tim di papan tengah hingga bawah sangat tipis, membuat satu hasil buruk saja dapat menggeser posisi secara signifikan.
Dengan hanya menyisakan tiga pertandingan lagi musim ini, PSPS tidak memiliki banyak ruang untuk melakukan kesalahan.
Di tengah situasi sulit tersebut, manajemen dan tim pelatih PSPS mencoba melakukan langkah penyelamatan.
Sejumlah pemain anyar telah didatangkan untuk memperkuat skuad, terutama guna menambah kedalaman tim dan memperbaiki lini yang dinilai masih rapuh.
Kehadiran wajah-wajah baru ini diharapkan mampu memberikan energi segar sekaligus meningkatkan daya saing tim pada laga-laga penentuan.
Persiapan intensif pun mulai dilakukan. Fokus utama PSPS kini bukan lagi mengejar papan atas, melainkan mengamankan posisi agar terhindar dari zona degradasi.
Tiga laga sisa akan menjadi ujian mental dan kualitas sebenarnya bagi skuad Askar Bertuah.
Dukungan penuh dari suporter juga menjadi faktor krusial. PSPS dituntut bangkit dan menunjukkan karakter sebagai tim besar, demi menjaga harga diri sekaligus memastikan tetap bertahan di Liga 2 musim depan.
Tiga laga terkahir PSPS Pekanbaru di musim ini juga tidak mudah. Nantinya, Askar Bertuah akan berhadapan dengan Adyaksa FC yang kini berada di posisi ke-3 klasemen, Persiraja yang berada di posisi ke-4 klasemen serta melawan Persekat Tegal.