PEKANBARU (RA) - Mahasiswi Universitas Hang Tuah Pekanbaru Thatalia Yunda mengaku bangga terlibat dalam kegiatan Tari Zapin Masal yang berlangsung di Jalan Gajah Mada, Minggu (11/1/2026).
Dikatakannya, dua bulan latihan terbayarkan dengan pencatatan sejarah Rekor Dunia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
"Bangga sekali bisa terlibat di dalam acara sekeren ini. Menjadi bagian dari sejarah rekor dunia dengan Tari Zapin Masal di Riau," kata Thatalia.
Diceritakannya, berbagai persoalan tak luput dalam proses latihan yang dipusatkan di Helipad Kediaman Gubernur Riau. Mulai dari bentrok dengan jadwal UAS di kampus hingga cuaca tak mendukung.
"Susah latihan bersama itu karena bentrok dengan jadwal UAS. Terus dua minggu ini kan selalu hujan kalau sore, jadinya tak bisa latihan sama-sama. Tapi Alhamdulillah acara ini tetap berjalan lancar," katanya.
Dengan keterlibatan dirinya, Thatalia berharap kebudayaan bukan hanya menjadi perhatian pemerintah, namun juga menjadi kebanggaan bagi generasi muda untuk terus melestarikan budaya daerah.
"Banyak kebudayaan di Riau yang mungkin terlupakan oleh generasi muda. Untuk itu, ayo kita bangkitkan lagi kebudayaan yang ada, lestarikan kekayaan budaya di Riau dengan ikut terlibat dalam festival ataupun pergelaran budaya," katanya.
Sementara itu, Ketua Umum Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Riau, Adrias Hariyanto, menyampaikan apresiasi kepada seluruh penari Tari Zapin Meskom yang terlibat dalam pemecahan Rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) Tari Zapin Meskom Berkebaya Labuh Kekek.
Capaian prestasi ini, dikatakan Adrias, merupakan buah dari kerja keras, kedisiplinan, dan kebersamaan ribuan peserta yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi wanita, PKK, Dharma Wanita, ikatan guru, hingga unsur organisasi perangkat daerah (OPD).
Pemecahan Rekor MURI Tari Zapin tersebut awalnya ditargetkan diikuti 4.000 penari. Namun tingginya antusiasme membuat jumlah peserta membeludak hingga mencapai 6.085 penari, sekaligus mencatatkan rekor dunia dan menjadi kebanggaan masyarakat Riau.
“Hari ini kami sangat bersyukur karena mendapatkan Rekor MURI dunia dengan jumlah peserta yang sangat banyak. Kalau tidak ada kerja sama, ini tidak akan terwujud,” kata Adrias.