SIAK (RA) - Mapolres Siak melalui jajaran Polsek Sungai Apit dan Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) melakukan pengecekan di lokasi ambruknya darmaga bongkar muat Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kecamatan Sungai Apit, Kabupaten Siak, Selasa (6/1/2026).
Kasat Polairud Polres Siak, AKP Irva Donny, menjelaskan berdasarkan hasil patroli perairan Sungai Apit oleh personel Kapal Polisi IV-2401-37 Sat Polairud Polres Siak, diketahui bagian tengah pelabuhan KITB terputus sepanjang ±50 (lima puluh) meter pada titik koordinat 0°55'57,47874" N dan 102°18'11,58816" E.
"Pelabuhan tersebut diketahui mulai dibangun pada tahun 2004 dan selama ini difungsikan sebagai sarana pemuatan cangkang dari area stockpile ke kapal," ungkap Kasat Polairud Polres Siak AKP Irva Donny.
Setelah kejadian tersebut, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra meminta personel melaksanakan patroli dan pengamanan. Terdiri dari, Bripka Iwan F. Togaria, Brigadir Pristian Rafsanjani HSB, Brigadir Ridwan Rizki, dan Bripda Niko.
"Personel Sat Polairud bersama Polsek Sungai Apit melakukan pengamanan lokasi dan patroli perairan guna memastikan tidak adanya korban jiwa. Serta mencegah masyarakat mendekati area yang berpotensi membahayakan," jelas AKP Irva Donny.
AKP Irva Donny mengatakan, berdasarkan keterangan dari Kepala KSOP Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton, Capt. Andi Putra, M.Mars, kondisi pelabuhan telah menunjukkan tanda-tanda deformasi sejak bulan Juli 2025.
Kemiringan struktur pelabuhan terus bertambah hingga bulan Desember 2025 dengan penurunan mencapai kurang lebih 40 sentimeter pada sisi kiri pelabuhan.
"Pihak KSOP sebelumnya telah melaporkan kondisi tersebut kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) serta mengajukan perbaikan pondasi trestel pelabuhan kepada Kementerian Perhubungan pada bulan November 2025. Bahkan, beberapa jam sebelum kejadian, tim KSOP Pakning telah melakukan pengecekan dan memasang plang larangan masuk bagi pihak yang tidak berkepentingan," kata AKP Irva Donny.
Salah seorang saksi, Aslam Mareden, pemilik kendaraan Toyota Avanza Veloz BM 1648 LQ, pemilik mobil terjatuh ke laut menerangkan bahwa pada saat kejadian dirinya sedang berada di atas pelabuhan untuk memperbaiki mesin genset.
"Saat bagian pelabuhan terputus, satu unit mobil dan satu unit sepeda motor turut terjatuh ke laut. Dalam kejadian itu, dipastikan tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai kurang lebih Rp160.000.000," ungkap AKP Irva Donny.
Kapolsek Sungai Apit, Iptu Budiman S. Dalimunthe menyampaikan bahwa setelah kejadian tersebut pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan awal.
"Polsek Sungai Apit langsung melakukan sterilisasi lokasi, memasang garis polisi, serta menutup akses ke area pelabuhan guna menghindari adanya korban dan menjaga keselamatan masyarakat," ujar Iptu Budiman.
Sementara itu, Kapolres Siak AKBP Eka Ariandy Putra, menegaskan atas peristiwa tersebut akan melakukan penanganan lebih lanjut.
"Polres Siak telah mengerahkan personel untuk melakukan pengamanan dan pengawasan di lokasi. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, KSOP, serta instansi terkait guna penanganan lanjutan dan memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif," tegas Kapolres Siak.
Kapolres Siak juga mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati area pelabuhan yang mengalami kerusakan dan mematuhi seluruh imbauan petugas demi keselamatan bersama.
"Hingga saat ini, lokasi Pelabuhan Kawasan Industri Tanjung Buton masih ditutup sementara dan berada dalam pengawasan aparat kepolisian serta instansi terkait, sambil menunggu tindak lanjut teknis dari pihak berwenang," tutupnya.
Diberitakan sebelumnya, Jembatan bongkar muat Kawasan Industri Tanjung Buton ambruk saat bongkar muat cangkang dari Kapal Tangker, Senin (5/1/2025).
#Siak