Dua Daerah Belum Sahkan APBD, Pengamat Singgung Sikap Keberpihakan Terhadap Rakyat

Dua Daerah Belum Sahkan APBD, Pengamat Singgung Sikap Keberpihakan Terhadap Rakyat
Pengamat Tata Kota Dr Mardianto Manan

PEKANBARU (RA) - Pengamat Tata Kota Dr Mardianto Manan angkat suara mengenai dua daerah yakni Kota Pekanbaru dan Kabupaten Indragiri Hilir yang hingga saat ini belum mengesahkan APBD 2026.

Dikatakannya, pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 semestinya menjadi rutinitas konstitusional tahunan. Namun, fakta menunjukkan tidak selalu demikian.

"Keterlambatan ini bukan sekadar persoalan teknis anggaran, melainkan cermin dari dinamika politik anggaran yang belum sepenuhnya dewasa," kata Mardianto Manan, Jumat (2/1/2026).

Dikatakannya, akar persoalannya sejatinya cukup jelas. Pemerintah daerah dan DPRD dihadapkan pada realitas fiskal baru berupa pemotongan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.

Kebijakan yang bersifat nasional dan menyeluruh. Bukan hanya daerah yang terdampak, tetapi juga instansi vertikal seperti TNI, Polri, hingga Kejaksaan.

"Artinya, situasi ini bukanlah hasil keputusan sepihak kepala daerah, apalagi rekayasa politik lokal, melainkan konsekuensi dari kebijakan fiskal nasional yang harus diterima bersama," katanya.

Dosen Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota Universitas Islam Riau itu menyebutkan dalam kondisi seperti ini, pembahasan APBD justru dituntut lebih rasional, lebih hati-hati, dan berorientasi pada kepentingan publik.

"Setiap rupiah anggaran harus diuji manfaatnya, apakah berdampak langsung pada pelayanan dasar, pembangunan kota, dan kesejahteraan masyarakat, atau sekadar mengulang pola belanja rutin yang minim nilai tambah," sebut Mardianto.

Dirinya menegaskan pengesahan APBD tidak boleh disandera oleh kepentingan pribadi maupun kelompok, baik di ranah eksekutif maupun legislatif. Pokok-pokok pikiran (Pokir), kegiatan sosialisasi peraturan (Sosper), hingga perjalanan dinas wali kota dan DPRD bukanlah tujuan APBD.

"Ia hanyalah instrumen, bukan hak absolut yang harus selalu dipenuhi tanpa melihat kondisi fiskal daerah. Penyesuaian anggaran memang tidak terhindarkan. Pemotongan TKD berdampak langsung pada berkurangnya ruang fiskal daerah," tegasnya.

"Konsekuensinya jelas, pokir DPRD harus disesuaikan, kegiatan sosper dan perjalanan dinas perlu diefisienkan, serta belanja-belanja nonprioritas harus ditekan. Ini bukan bentuk pelemahan fungsi DPRD atau eksekutif, melainkan langkah objektif untuk menjaga agar APBD tetap sehat dan pembangunan tetap berjalan," sambungnya.

Kota Pekanbaru sebagai contoh konkret, dikatakan Mardianto, dengan pemotongan anggaran sekitar Rp463 miliar, pemerintah kota mau tidak mau harus melakukan penyesuaian besar-besaran.

"Skala dan kecepatan pembangunan terdampak, sejumlah program ditata ulang, dan belanja nonprioritas ditekan. Dalam situasi seperti ini, memaksakan kepentingan sektoral justru akan memperpanjang kebuntuan dan pada akhirnya merugikan masyarakat luas," tegasnya.

Karena itu, DPRD dan pemerintah daerah dituntut untuk menunjukkan kedewasaan politik dan sikap kenegarawanan. Kondisi fiskal saat ini bukan pilihan, melainkan keadaan yang harus dihadapi bersama.

"Energi politik seharusnya dihabiskan untuk mencari titik temu terbaik bagi rakyat, bukan untuk tarik-menarik kepentingan yang menjauhkan APBD dari tujuan utamanya," ucapnya.

Mantan Anggota DPRD Riau ini mengingatkan, APBD adalah instrumen pembangunan, bukan arena transaksi politik. Semakin cepat APBD disahkan, semakin cepat pula pembangunan berjalan dan manfaatnya dirasakan masyarakat. Jalan rusak bisa diperbaiki, layanan publik bisa ditingkatkan, dan roda ekonomi daerah bisa bergerak.

"Dalam situasi sesulit apa pun, satu prinsip tidak boleh ditawar, kepentingan rakyat harus berada di atas segalanya. APBD 2026 adalah ujian, bukan hanya bagi ketahanan fiskal daerah, tetapi juga bagi integritas dan keberpihakan para pengambil kebijakan. Jika ujian ini dilalui dengan benar, maka rakyatlah yang akan menjadi pemenangnya," pungkasnya.

Follow WhatsApp Channel RiauAktual untuk update berita terbaru setiap hari
Ikuti RiauAktual di GoogleNews

Berita Lainnya

Index