JAKARTA (RA) - Kopi menjadi minuman yang nyaris tak terpisahkan dari rutinitas banyak orang, terutama di pagi hari.
Tak hanya berfungsi sebagai pengusir kantuk, kopi ternyata juga dikaitkan dengan perlambatan penuaan biologis hingga sekitar lima tahun.
Temuan ini berdasarkan penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam BMJ Mental Health, seperti dikutip Minggu (11/1/2026).
Studi tersebut menyebutkan bahwa konsumsi tiga hingga empat cangkir kopi per hari berkorelasi dengan proses penuaan biologis yang lebih lambat.
Penelitian dilakukan terhadap 436 peserta dewasa dengan kondisi kesehatan mental serius, seperti skizofrenia, depresi, dan gangguan bipolar.
Para peneliti kemudian mengelompokkan peserta berdasarkan jumlah kopi yang dikonsumsi setiap hari.
Hasilnya, kelompok yang rutin minum tiga hingga empat cangkir kopi per hari memiliki telomer yang lebih panjang dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi kopi.
Telomer merupakan struktur pelindung di ujung kromosom yang berperan menjaga materi genetik.
Telomer yang lebih panjang umumnya dikaitkan dengan usia biologis yang lebih muda serta kesehatan sel yang lebih baik.
Peneliti memperkirakan, panjang telomer pada kelompok peminum kopi tersebut setara dengan kondisi biologis sekitar lima tahun lebih muda dibandingkan peserta yang tidak minum kopi.
Usia biologis sendiri berbeda dengan usia kronologis atau usia berdasarkan tanggal lahir.
Usia biologis mencerminkan kondisi sel dan jaringan tubuh, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetika, nutrisi, gaya hidup, hingga stres oksidatif.
Telomer yang memendek lebih cepat dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis dan mempercepat proses penuaan sel.
Sebaliknya, telomer yang lebih panjang menunjukkan perlindungan sel yang lebih baik dan penuaan yang lebih lambat.
Para ahli menduga manfaat kopi ini berasal dari kandungan senyawa antioksidan dan anti-inflamasi, seperti polifenol, yang mampu melindungi sel dari kerusakan akibat stres oksidatif dan peradangan.
Meski demikian, peneliti mengingatkan agar konsumsi kopi tetap dalam batas wajar.
Disarankan untuk membatasi konsumsi maksimal tiga hingga empat cangkir per hari, karena konsumsi berlebihan tidak menunjukkan manfaat tambahan dan justru berpotensi menghilangkan efek positifnya.