PEKANBARU (RA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru kembali menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran narkoba di lingkungan pemasyarakatan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui tes urine mendadak terhadap petugas dan warga binaan yang digelar pada Selasa malam (6/1/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung Kepala Lapas Kelas IIA Pekanbaru, Yuniarto, dan melibatkan jajaran pejabat struktural serta petugas pengamanan.
Tes urine dilakukan sebagai langkah deteksi dini untuk menciptakan lingkungan Lapas yang aman, tertib, dan bersih dari narkoba atau Zero HALINAR (Handphone, Pungli, dan Narkoba).
Dalam pemeriksaan tersebut, sebanyak 25 orang pegawai dan 130 warga binaan menjalani tes urine.
Yuniarto menegaskan pihaknya tidak akan memberikan toleransi kepada siapa pun yang terbukti terlibat penyalahgunaan narkoba di dalam Lapas.
"Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen kami untuk mewujudkan Zero HALINAR. Siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran, termasuk dari hasil tes urine ini, akan kami berikan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku," tegas Yuniarto.
Yuniarto menambahkan, langkah ini dilakukan untuk memastikan Lapas Pekanbaru tetap kondusif dan menjalankan fungsi pembinaan sebagaimana mestinya.
Sementara itu, salah seorang petugas, Pahrul, menyebut pemeriksaan mendadak yang dilakukan pada waktu istirahat dinilai efektif untuk memantau situasi keamanan secara nyata.
"Pemeriksaan di waktu yang tidak terduga seperti malam hari sangat penting agar tidak ada celah penyalahgunaan narkoba. Ini bentuk tanggung jawab kami dalam menjaga integritas institusi," ujar Pahrul.
"Melalui deteksi dini, kita berharap dapat meminimalisir risiko penyalahgunaan narkoba serta masuknya barang terlarang demi terciptanya keamanan dan ketertiban maksimal di dalam Lapas," tutup Yuniarto.
#Hukrim