PEKANBARU (RA) - Fenomena hujan yang mengandung mikroplastik, partikel plastik berukuran sangat kecil, belakangan menggemparkan publik setelah temuan penelitian Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan keberadaannya dalam air hujan di Jakarta.
Temuan ini memicu kekhawatiran soal kualitas udara dan lingkungan, bukan hanya di ibu kota, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia.
Penelitian BRIN yang dimulai sejak 2022 menemukan bahwa setiap sampel hujan di Jakarta mengandung partikel mikroplastik.
Partikel ini berasal dari berbagai sumber pencemaran seperti serat sintetis dari pakaian, debu kendaraan, residu pembakaran plastik, serta fragmen plastik yang terdegradasi di lingkungan.
Secara rata-rata, penelitian mencatat sekitar 15 partikel mikroplastik per meter persegi per hari dalam sampel hujan di kawasan pesisir Jakarta.
Para ahli lingkungan menjelaskan bahwa mikroplastik sangat ringan sehingga mudah terangkat ke atmosfer bersama partikel debu dan kemudian turun kembali bersama hujan. Polusi plastik yang telah menjadi tantangan global kini terbukti tidak hanya mencemari tanah dan lautan, tetapi juga atmosfer.
Bagaimana Kondisi di Riau?
Menanggapi fenomena ini, Koordinator Bidang Prakiraan dan Informasi BMKG Pekanbaru, Bibin Sulianto, menyatakan bahwa hingga kini belum ada data laboratorium mengenai kandungan mikroplastik dalam air hujan di wilayah Riau yang dapat dikonfirmasi.
"Saya tidak bisa memastikan (apakah sudah dilakukan penelitian atau belum), karena saya tidak punya datanya," kata Bibin kepada riauaktual.com, Selasa (6/1/2026).
Bibin mengatakan, pihaknya memang rutin mengirimkan sampel air hujan setiap bulan ke BMKG Pusat di Jakarta untuk diuji, namun hasil laboratorium terkait mikroplastik belum diperoleh sampai saat ini.
"Kami ada sampel air hujan yang setiap bulan kami kirimkan ke BMKG Pusat di Jakarta. Tapi data hasil laboratorium air hujan belum kami dapatkan," jelasnya.
Menurut Bibin, tanpa data hasil uji laboratorium tersebut, BMKG Riau belum dapat memastikan apakah fenomena seperti yang terjadi di Jakarta juga terjadi di Riau atau belum.