Turnamen Volly Ball Pulau Busuk Cup 2026 Berdampak Positif bagi Pelaku UMKM

Kamis, 08 Januari 2026 | 13:03:16 WIB
Turnamen Volly Ball Pulau Busuk Cup 2026 berdampak positif bagi pelaku UMKM.

KUANSING (RA) - Turnamen Volly Ball Putra-Putri Pulau Busuk Cup 2026 tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga memberi dampak positif bagi perekonomian masyarakat, khususnya pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Pulau Busuk, Kecamatan Inuman, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing).

Turnamen yang telah berlangsung selama sepekan ini resmi dibuka pada 2 Januari 2026 oleh Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby yang diwakili Asisten III Administrasi Umum Kuansing, Azhar.

Ajang olahraga tersebut diikuti sebanyak 130 tim, terdiri dari 78 tim putra dan 52 tim putri yang berasal dari dua kabupaten, yakni Kuantan Singingi dan Indragiri Hulu.

Tingginya jumlah peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif masyarakat dalam kegiatan positif.

Tak hanya menghadirkan persaingan olahraga yang sehat, turnamen ini juga menjadi wadah mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarwarga.

Ratusan penonton memadati Lapangan Volly Ball Desa Pulau Busuk setiap pertandingan berlangsung, menciptakan suasana meriah dan penuh semangat.

Kehadiran ratusan penonton tersebut berdampak langsung pada pergerakan ekonomi lokal.

Para pedagang makanan, minuman, dan produk UMKM memanfaatkan momentum ini untuk meningkatkan pendapatan mereka.

Kepala Desa Pulau Busuk, Mahyudin, mengapresiasi kerja keras panitia serta peran aktif masyarakat dalam menyukseskan turnamen tersebut.

"Pemerintah desa akan terus berupaya menggerakkan perekonomian masyarakat, meskipun masih dalam skala kecil. Salah satunya melalui kegiatan olahraga seperti turnamen ini," ujar Mahyudin, Kamis (8/1/2026).

Ia menegaskan, penggerak ekonomi desa tidak selalu harus bersumber dari dana desa.

"Tidak semua kegiatan harus menggunakan dana desa. Dengan menjalin komunikasi dan kerja sama yang baik dengan pihak luar, kegiatan seperti ini juga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat," jelasnya.

Mahyudin memperkirakan perputaran uang selama turnamen cukup signifikan. Menurutnya, rata-rata perputaran uang di Desa Pulau Busuk mencapai sekitar Rp3 juta per hari.

"Jika rata-rata satu pengunjung menghabiskan Rp30 ribu dan jumlah penonton sekitar 100 orang per hari, maka perputaran uang mencapai Rp3 juta," ujarnya.

Dengan masa penyisihan turnamen yang berlangsung sekitar satu setengah bulan, Mahyudin memperkirakan total perputaran uang selama kegiatan mencapai Rp135 juta.

"Ini angka rata-rata, namun sudah cukup menunjukkan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat," tambahnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai kebersamaan, solidaritas, dan semangat gotong royong terus terjaga.

Turnamen Pulau Busuk CUP 2026 menjadi bukti bahwa event olahraga mampu menjadi motor penggerak ekonomi sekaligus perekat sosial masyarakat desa.

Tags

Terkini

Terpopuler